Sunday, 13 May 2012

Dua Ibu Kost ku yang Cantik


Sungguh-sungguh terjadi. Aku nge-kost di dua tempat. Aku punya dua ibu kost yang cantik. Kok dua? Gak satu aja? Itu pertanyaan dari temanku yang mencoba memberi saran untuk penghematan, tapi selalu aku jawab “itung-itung menafkahi dua janda, gak ada ##% dari gaji ini”,
jawaban yang cukup menghibur, setidaknya mencoba untuk ikhlas.
Sungguh-sungguh terjadi. Ada persamaan dari kedua ibu kost-ku yang cantik itu :
1.       Cantik
Ibu kost yang Delanggu, Ibu Sunaryo Haryati, setiap hari rapi. Ibu kost yang Purwodadi, Ibu Mun Haryati, setiap hari make up, alis lukis. Cantik kan? Ya paling gak cantik menurut suaminya dulu.
2.       Baik
Baiknya ibu kost-ku, sering kasih makanan, perhatian dan lain-lain. Makanan sering di anter ke kamar kalau pas kost sepi. Perhatian, kadang tanya kabar, sehat apa gak, maklum aku jarang pulang, tapi bukan bang toyib.
3.       Single Parent
Beliau berdua kebetulan sudah tidak bersuami lagi, entah ditinggal pindah dunia lain atau entah lah. Jadi mereka berdua seorang janda, itu juga yang selalu jadi alasan ku punya 2 kost, itung-itung “nafkahi” janda. (maaf gak sopan ya). Maaf kadang nafkahnya tidak tepat waktu.
4.       Pernah ke Mekkah
Beliau berdua pernah ke Mekkah, yang Purwodadi pulang ke Mekkah jadi Ibu Hajah, yang Delanggu pulang dari Mekkah jadi Ibu Umroh
5.       Punya 17 Kamar Kost
Hah ini dia yang fenomenal, sama-sama punya 17 kamar kost (kalau gak salah hitung). Dan kamar yang aku tempati hampir mirip, pintu satu, jendela satu, kasur satu, guling satu, lemari satu, sama.
Untuk kedua ibu kost-ku, terima kasih sudah setia menungguku dikost, maaf aku jarang pulang. Terimakasih sudah memberi aku kamar yang representatif, serasa dirumah sendiri. Terimakasih untuk semuanya.
Semoga beliau berdua diberi kesehatan di masa tuanya. Diberikan keberkahan atas umur yang sudah dijalani dan yang tersisa.
I LOVE U all, mmmmuach....

No comments:

Post a Comment